tourism zone malioboro

Tourism Zone Malioboro, Kawasan Yogyakarta Ramai Wisata

Tourism Zone Malioboro, Kawasan Ramai Wisata dengan Harga Terjangkau

Malioboro, Yogyakarta merupakan salah satu kawasan wisata paling ramai yang menjadi tujuan utama turis. Maka, tak heran jika kawasan ini sering disebut sebagai Tourism Zone Malioboro. Selain menawarkan aneka tempat wisata menarik, Anda juga bisa mencicipi sederet kuliner lezat disini.

Alasan Mengunjungi Kawasan Turis Malioboro

Sebagai seorang turis yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Yogyakarta, tentu saja Anda akan memilih untuk mengunjungi tempat ramai dibandingkan dengan tempat sepi. Meskipun Yogyakarta terkenal akan aneka wisata yang harganya terjangkau, namun tetap saja masih ada angka kriminalitas di Yogyakarta. 

Bila Anda berkunjung ke Yogyakarta, sudah seharusnya datang ke kawasan Malioboro. Tempat ini memang menjadi pusatnya turis, sehingga akan selalu ramai meskipun pada waktu malam hari. Jadi, Anda tidak perlu takut akan tindak kejahatan atau kriminal.

Di kawasan ini, Anda bisa menemukan banyak tempat wisata yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Anda juga akan menjajal aneka kuliner yang rasanya lezat. Tentunya semua ini bisa Anda dapatkan dengan harga yang sangat terjangkau.

Menelusuri Malioboro malam hari bersama pasangan bisa menjadi momen yang sangat romantis. Ditambah sorot lampu jalan dan udara malam yang dingin, jangan heran jika Anda bisa merasakan suasana bak di luar negeri. 

Ada Apa Saja di Kawasan Turis Malioboro?

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lokasi wisata ini menawarkan berbagai destinasi wisata menarik di sekitarnya. Ingin tahu apa saja wisata yang ada disini? Berikut daftarnya.

  • Tugu Yogyakarta 

Sebagai pusat Kota Yogyakarta, tak heran jika ada tugu Yogyakarta di Tourism Zone Malioboro. Tugu ini pasti sudah sering Anda lihat di sosial media sebelumnya karena sangat viral di kalangan masyarakat luar Yogya.

Lokasinya juga sangat dekat dari Malioboro, hanya sekitar satu kilometer. Tugu ini berbentuk mirip seperti monas, hanya saja ukurannya lebih kecil. Menjadi lambang Kota Yogyakarta, tugu pal putih terletak di lokasi strategis, yakni perempatan Jalan Margo Utomo dan Jalan Jenderal Sudirman.

Meskipun hanya menawarkan objek berupa tugu, tapi lokasi ini tidak pernah sepi pengunjung. Saat hari libur, sebaiknya datang ke sini pada sore hari untuk berswafoto. Bila Anda datang malam hari, jangan menyesal bila tidak bisa mengambil foto terbaik saking padatnya.

  • Taman Pintar 

Salah satu wisata di kawasan Malioboro yang tak pernah sepi pengunjung adalah Taman Pintar. Selain sebagai kota budaya, Yogyakarta memang mendapat julukan sebagai kota pelajar. Maka dari itu, tak heran jika terdapat wisata edukasi disini.

Saat memasuki wisata ini, Anda akan mendapat banyak ilmu pengetahuan baru dengan cara yang menyenangkan. Anda juga bisa bermain sepuasnya dengan wahana yang tersedia disini. Memang, wisata ini sangat cocok bagi Anda yang membawa anak kecil atau pra remaja.

  • Benteng Vredeburg

Saat ke Yogyakarta, jangan sampai Anda tidak mengunjungi Benteng Vredeburg. Alamatnya terletak di Jalan Margomulyo Nomor 6. Keaslian struktur bangunan ini masih tetap terjaga, sehingga bisa menjadi bukti nyata sejarah peninggalan penjajahan era Belanda.

  • Pasar Beringharjo

Tourism Zone Malioboro juga memfasilitasi Anda yang suka belanja. Anda bisa membeli aneka barang menarik di pasar tradisional sekaligus tertua yang ada di Yogyakarta. Pasar Beringharjo memiliki nilai historis yang tinggi karena menjadi pusat perekonomian masyarakat Yogyakarta pada awal berdirinya keraton.

Jangan heran jika pasar ini selalu dipadati pengunjung. Anda bisa menemukan barang antik, pakaian, batik, jajanan pasar, hingga makanan khas Yogyakarta disini. Letaknya juga sangat strategis, yakni di Jalan Margomulyo Nomor 16, sebelah Malioboro. 

  • Museum Sonobudoyo

Kelima, Anda bisa mengunjungi Museum Sonobudoyo. Sesuai namanya, museum ini bertujuan untuk mengelola dan mengembangkan koleksi purbakala. Anda bisa menambah wawasan dengan melihat aneka benda antik yang bernilai budaya tinggi disini.

Anda juga bisa menyaksikan pertunjukkan pameran di museum ini dengan waktu yang berbeda-beda. Bila Anda datang pada hari Selasa – Kamis, Sabtu – Minggu, pertunjukkan akan diadakan pukul 08.00 sampai 15.30 WIB. Sementara, hari Jumat Anda bisa melihat pertunjukkan pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Hari Senin dan libur nasional, museum ini tutup.

  • Museum Kereta

Di Tourism Zone Malioboro, Anda juga bisa menemukan Museum Kereta. Sesuai namanya, museum ini menawarkan berbagai koleksi sejarah dalam bidang transportasi darat yang sangat cepat, yakni kereta. Anda bisa melihat kendaraan utama yang digunakan kesultanan Yogyakarta zaman dahulu.

Selain itu, ada juga banyak kereta lain dengan nama yang unik. Masing-masing kereta yang dipajang di museum ini tentu saja memiliki cerita dan kekhasannya tersendiri. Disini, Anda juga bisa menyaksikan upacara besar, mulai dari penobatan sultan, pernikahan anak sultan, hingga pengantaran jenazah sultan ke peristirahatan yang terakhir.

  • Keraton Yogyakarta 

Sesuai namanya, Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi tempat beristirahat keluarga keturunan darah biru. Sebenarnya, lokasi ini bukan tempat wisata karena masih difungsikan sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istana. 

Sebagai simbol kejayaan kesultanan Yogyakarta, Anda bisa mengunjungi wisata ini setiap hari pukul 09.00 sampai 14.00 WIB. Anda bisa melihat aneka bukti sejarah kesultanan, mulai dari replika pusaka keraton, pemberian raja Eropa, koleksi sultan Yogya sebelumnya, hingga alat musik tradisional gamelan.

  • Masjid Siti Djirzanah

Terakhir, Anda bisa berwisata religi di Masjid Siti Djirzanah. Sekilas, masjid ini memang tampak seperti kelenteng karena desain bangunannya sangat megah dan mengusung corak Tiongkok. Berlokasi di Jalan Margomulyo Nomor 25, masjid ini berdiri kokoh dengan tinggi 12 meter.

Letaknya sangat strategis di sisi barat Malioboro, lebih tepatnya antara toko elektronik dan pertokoan batik. Hingga kini, masjid ini masih diperuntukkan untuk ibadah sekaligus wisata islami.

Bukan hanya gaya arsitekturnya mengadaptasi budaya Tiongkok, fasad masjidnya juga ada tulisan bahasa Mandarin. Di bawah fasad ini, terdapat jam raksasa berbentuk lingkaran dengan bubungan yang mirip kelenteng.

Bagaimana Cara Mengunjungi Tourism Zone Malioboro?

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk sampai ke kawasan wisata ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil atau motor. Namun, Anda perlu membayar uang parkir dan menunggu cukup lama untuk mencari tempat parkir karena sangat ramai.

Bila ingin lebih praktis, Anda bisa naik kendaraan umum. Sayangnya, naik kendaraan umum akan memakan waktu lama karena Anda harus bergonta-ganti kendaraan dan memakan banyak uang.

Solusi terbaik agar Anda bisa berlibur di kawasan Malioboro adalah dengan menyewa mobil dari agen rental terpercaya, seperti Altha Rent. Tersedia berbagai jenis mobil, mulai dari yang biasa hingga mobil mewah untuk dipamerkan ke sosial media.

Harganya juga cukup bervariasi dan tergolong murah, tergantung jenis mobil yang Anda pilih dan durasi penyewaannya. Anda bisa menyewa mobil lengkap dengan supir profesional dan BBM.

Altha Rent selalu memberikan pelayanan terbaik, mulai dari sebelum, saat, hingga sesudah penyewaan. Semua jenis kendaraan terawat dengan baik, sehingga aman dan nyaman ketika digunakan. Anda bisa melihat banyak testimoni asli dari situs websitenya.

Untuk informasi lebih lengkap atau pemesanan, silahkan kunjungi situs www.altha-rent.com. Dengan begitu, perjalanan Anda ke Tourism Zone Malioboro bisa semakin mudah dan cepat. 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.