The Palace Yogyakarta

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu Semarang, Mencekam dan Bernilai Sejarah

Atraksi sejarah di Semarang paling populer adalah Lawang Sewu. Bagaimana seluk beluk bangunan bersejarah ini?.

Destinasi wisata lawang sewu sudah tidak asing lagi bagi warga Semarang. Mengingat tempat tersebut merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi saksi pada masa penjajahan Indonesia.

Masa penjajahan Belanda banyak meninggalkan peninggalan peninggalan yang masih tersisa saat ini. Salah satunya adalah bangunan yang terletak di Semarang ini, yakni Lawang Sewu. Bangunan tua ini memiliki berjuta juta kisah didalamnya mulai dari sejarah penjajahan Indonesia hingga mitos mitos dari bangunan tua ini.

Nama lawang sewu, diambil dari bahasa jawa yang berarti “pintu seribu”, namun sejatinya pintu yang terdapat di bangunan ini tidak benar benar seribu, melainkan 928 pintu. Kata sewu dalam penyebutanya hanyalah sebagai bentuk kiasan untuk banyaknya pintu.

Untuk menuju Tempat ini menggunakan jasa sewa fortuner semarang menjadi destinasi wisata yang mengandung unsur edukasi setelah ditetapkanya menjadi museum yang terdapat banyak penjelasan sejarah terkait bangunan tua ini. Edy, salah seorang warga Semarang menjelaskan bahwa meski tergolong tua. Bangunan ini sama sekali tidak berkurang kekokohannya. Mengingat bangunan tersebut adalah peninggalan para penjajah Belanda yang tentu saja memang didesain dan dibangung dengan kokoh.

Lawang sewu bisa dibilang bangunan yang kokoh, yak arena memang bangunan itu dibangun sewaktu masa penjajahan dan difungsikan sebagai markas sekaligus penjara. Maka dari itu bangunan ini sengaja dibangun dengan bahan bahan yang kokoh ujar Edy.

lawang sewu

Tiket Masuk

Sewa kendaraan Innova reborn semarang tentunya menjadi salah satu pilihan pengunjung dengan membeli Tiket masuk di lawang sewu ini memberi harga khusus terhadap pengunjung berdasar usia, untuk kelas pelajar tentu mendapat porsi yang lebih murah yakni Rp 10.000. Sedang dewasa adalah Rp 15.000 keatas. Namun harga harga yang dipatok masih dalam batas wajar.

Apabila membahas tentang bangunan tua, maka akan erat kaitanya dengan cerita mitos mitos dunia lain yang merekat dalam lawang sewu ini. Lawang Sewu memiliki sejuta kisah sekaligus menjadi saksi bisu pada masa penjajahan Belanda dimana konon katanya banyak hal seram terjadi di lorong bawah tanah dari bangunan tua ini.

Namun terlepas dari itu semua, Lawang Sewu tetaplah destinasi wisata yang enjoy dikunjungi. Selagi kita memang berniat untuk berkunjung dan belajar sejarah maka tidak ada salahnya mencoba mengunjungi bangunan tua ini. Selamat Berkunjung!

Lawang Sewu merupakan salah satu destinasi wisata menarik di Semarang, Jawa Tengah. Suasana akan semakin mencekam bila Anda datang di malam hari. Selain menjadi ikon kota Semarang, apa saja yang ada di wisata Lawang Sewu? Berikut informasi lengkapnya.

Mengenal Lawang Sewu dan Sejarahnya

Lawang Sewu merupakan salah satu gedung bersejarah di daerah Jawa Tengah milik PT KAI, didukung oleh owner sewa hiace semarang Awalnya, gedung megah ini dipakai untuk kantor pusat KA NISM.

Mungkin, Anda penasaran bagaimana bentuk gedung Lawang Sewu Semarang yang terkenal angker ini. Sebenarnya, bentuknya tidak seseram yang dibayangkan karena desain arsitekturnya bernilai seni tinggi. Seluruh bangunannya didominasi oleh elemen lengkung yang sederhana dengan bentuk huruf L.

Dibangun di lahan seluas 18.232 m², tak heran jika proses pembuatan Lawang Sewu memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 3 tahun (1904-1907). Sementara itu, pembangunan gedung tambahannya dimulai sejak tahun 1916 dan rampung pada 1918. Bangunan bersejarah ini dirancang oleh arsitek B.J. Ouendag dan Prof. Jakob F. Klinkhamer.

 

Gedung ini diberi nama Lawang Sewu karena memiliki jumlah pintu dan jendela yang sangat banyak untuk pertukaran udara. Meskipun namanya Lawang Sewu (seribu pintu), berapa pintu yang ada di Lawang Sewu? Ternyata, jumlahnya lebih sedikit dari sebutannya, yakni hanya sekitar 928 pintu.

Sebagai wisata sejarah, tentu saja Lawang Sewu memiliki kisah di balik pembangunannya. Banyak yang bertanya-tanya, Lawang Sewu itu bekas apa? Berikut rentetan sejarah dari awal mula proses pembentukannya hingga wisata Lawang Sewu menjadi populer.

  1. Tahun 1904, Lawang Sewu memulai proses pembangunan gedung utamanya
  2. Bulan Juli 1907, Lawang Sewu resmi digunakan sebagai kantor pusat administrasi kereta api
  3. Tahun 1942 sampai 1945, Lawang Sewu diambil alih dan dikuasai oleh Jepang
  4. Sekitar tahun 1945, Lawang Sewu menjadi kantor DKARI
  5. Pada tahun 1946, gedung ini dipakai untuk markas tentara Belanda
  6. Pasca pengakuan kedaulatan Indonesia tahun 1949, Lawang Sewu digunakan oleh Kodam IV Diponegoro 
  7. Tahun 1994, gedung ini diserahkan kembali pada Perumka yang namanya berubah menjadi PT KAI
  8. Tahun 2009, Lawang Sewu direstorasi oleh PT KAI
  9. Akhirnya, tanggal 5 Juli 2011, PT KAI meresmikan Purna Pugar Cagar Budaya Lawang Sewu Gedung A

Daya Tarik Lawang Sewu

layanan Isuzu elf semarang mengantar perjalanan anda ketempat ini Meskipun dikenal sebagai wisata angker, apa yang membuat Lawang Sewu begitu diminati pengunjung? Disini, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  1. Berkeliling di gedung Lawang Sewu yang sangat luas
  2. Hunting foto instagrammable karena banyak spot foto menarik
  3. Melihat aneka diorama dan peninggalan bersejarah kereta api Indonesia
  4. Adanya objek kaca patri dengan tinggi 9 meter
  5. Memiliki ruang bawah tanah yang konon sangat berhantu

Sayangnya, kini ruang bawah tanah di wisata Lawang Sewu sudah tidak bisa Anda akses lagi. Kenapa ruang bawah tanah Lawang Sewu ditutup? Tak ada yang tahu pasti alasannya. Namun, menurut beberapa pendapat, hal ini disebabkan karena kondisi ruang bawah tanah sangat lembab dan berlangit-langit rendah, sehingga tidak baik untuk kesehatan.

Larangan di Lawang Sewu

Sebagai salah satu wisata mistis yang menyimpan sejarah, tentu saja travel semarang brebes Lawang Sewu memiliki sejumlah larangan. Sebenarnya, tidak ada larangan pasti yang tertulis di kertas, buku, maupun surat perjanjian. Namun, larangan ini sudah berkembang dan diyakini masyarakat agar tidak terjadi sesuatu yang buruk setelah berkunjung dari wisata ini.

Di Lawang Sewu, usahakan untuk mengenakan pakaian yang sopan. Bukan berarti Anda harus tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki. Namun, setidaknya gunakan celana panjang dan kaos yang pantas.

Selain itu, jangan berbicara kasar di sekitar lokasi Lawang Sewu. Anda perlu menjaga sikap, perilaku, dan tindakan agar tidak diganggu makhluk halus disana.

Selama berada di lokasi Lawang Sewu, Anda juga harus menjaga kebersihan dan keamanan benda koleksi. Jangan sampai Anda merusak beberapa fasilitas gedung yang sudah dipelihara selama ini.

Harga Tiket Masuk Wisata Lawang Sewu

Sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki cerita lengkap seputar kereta api di Indonesia, Anda mungkin mengira harga tiket Lawang Sewu sangat mahal. Siapa sangka jika ternyata harganya begitu terjangkau dan ramah di kantong pelajar maupun mahasiswa.

Orang dewasa perlu membayar sekitar Rp10.000 untuk masuk ke wisata ini. Sedangkan, anak-anak berusia di bawah 12 tahun atau pelajar mendapatkan potongan harga 50%, sehingga hanya perlu membayar Rp5.000. Tentu saja Anda harus menunjukkan bukti berupa kartu pelajar.

Perlu diingat, harga tiket masuk ini belum termasuk biaya lain-lain. Kebanyakan wisatawan yang datang ke lokasi ini menyewa pemandu wisata agar lebih memahami sejarah terbentuknya Lawang Sewu. Dengan menggunakan pemandu wisata, Anda juga tidak akan tersesat dan bisa mengikuti perjalanan sesuai alur gedungnya.

Sayangnya, Anda harus merogoh kocek lebih untuk menyewa pemandu wisata. Harganya pun cukup bervariatif, mulai dari Rp50.000 sampai Rp150.000, tergantung masing-masing pemandu. Meskipun begitu, harga ini sangat sebanding dengan pengalaman menarik yang tidak akan pernah Anda dapatkan dimanapun.

Jam Buka Lawang Sewu

Wisata Lawang Sewu buka jam 07.00 sampai 21.00 setiap hari. Dengan begitu, Anda bisa mengunjungi wisata ini kapanpun Anda mau. Bila terlalu takut dengan kemistisan yang melekat pada bangunan ini, Anda bisa datang pada pagi atau siang hari.

Namun, bila Anda merasa sangat tertantang dan ingin berwisata horor, Anda bisa mengunjungi Lawang Sewu pada malam hari. Di malam hari, pengunjungnya juga lebih sepi, sehingga Anda bebas melakukan apa saja.

Lokasi dan Rute Lawang Sewu

Lawang Sewu terletak di kawasan Jl. Pemuda, Kompleks Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Karena letaknya sangat strategis, Anda bisa mengunjungi destinasi wisata ini menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Agar lebih mudah, patokan Lawang Sewu adalah Simpang Lima.

Bila Anda datang dari stasiun, bandara, maupun terminal bus Terboyo, Anda bisa naik angkutan umum. Fasilitas ini bisa Anda dapatkan dengan merogoh kocek sekitar Rp4.000 per orang. Namun, tentu saja naik kendaraan umum akan memakan waktu yang lebih lama.

Untuk menghindari macet atau nyasar saat naik kendaraan umum, Anda bisa menggunakan taksi atau ojek online. Jika dirasa terlalu mahal, sewa mobil di kota Semarang juga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang datang dari luar kota. 

Sewa Mobil ke Lawang Sewu

Salah satu rekomendasi jasa sewa mobil semarang atau rental di daerah Semarang adalah Altha Rent. Berbagai jenis mobil disediakan sesuai kebutuhan Anda. Bila Anda tidak bisa mengendarai mobil, Altha Rent juga menawarkan supir profesional yang sudah berpengalaman. 

Dengan begitu, Anda tidak perlu takut lagi soal keamanan selama berkendara. Bukan hanya supir profesional, Altha Rent juga selalu memeriksa kondisi kendaraan agar tetap berada dalam keadaan baik. Jika masih ragu, silahkan cek saja testimoni di situs resmi https://altha-rent.com. Pastikan Anda memilih mobil dengan kapasitas penumpang sesuai jumlah anggota keluarga agar bisa bepergian ke wisata Lawang Sewu dengan nyaman.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.